Batas Usia Pensiun Menurut Undang Undang

Batas Usia Pensiun Menurut Undang Undang

Payroll Software Indonesia

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat lebih dari 132 juta orang penduduk Indonesia merupakan penduduk angkatan kerja. Dan menurut BPS, usia produktif ada pada usia antara 15 tahun sampai 64 tahun. Lalu banyak dari pekerja yang berpikir, di usia berapa akan pensiun? Lalu berapakah batas usia pensiun menurut Undang Undang?

Salah satu peraturan yang berkaitan dengan pensiun yang memuat ketentuan umur pensiun adalah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Pasal 15 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, yaitu PP Nomor 45 Tahun 2015 yang berbunyi :

(1)  Untuk pertama kali Usia Pensiun ditetapkan 56 (lima puluh enam) tahun.

(2)  Mulai 1 Januari 2019, Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi 57 (lima puluh tujuh) tahun.

(3) Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 (enam puluh lima) tahun.

(4)  Dalam hal Peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yang bersangkutan tetap dipekerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun.

Namun berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 154c disebutkan juga dimana ketentuan mengenai batas usia pensiun ditetapkan dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perundangan yang berkaitan dengan masa pensiun. Maka dalam hal ini tidak diatur secara jelas pada usia berapa batas usia pensiun yang berlaku.

Umumnya banyak karyawan yang mengajukan pensiun dikarenakan ingin menikmati hari tua bersama keluarga dan sibuk memomong cucu. Tapi banyak pula pensiunan yang justru resah dan gelisah jika tidak bekerja dan tidak memiliki kesibukan. Dan banyak pula dari perusahaan yang ternyata masih membutuhkan jasa para karyawan yang sudah pensiun itu.

Kemudian muncul lagi pertanyaan lainnya, yaitu ketika karyawan sudah mengajukan pensiun dan di pekerjakan kembali oleh perusahaan. Terkadang karyawan pensiunan tersebut dijadikan konsultan ataupun staff ahli dalam perusahaan. Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 50 yang mana disebutkan bahwa hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh. Dengan adanya UU tersebut jikalau perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan karyawan yang sudah memasuki usia pensiun, maka harus berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. Dan dari UU tersebut maka terlihat bahwa tidak dilarang namun harus disesuaikan dengan Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama ataupun Perjanjian Kerja.

Maka berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Undang Undang tidak secara rinci mengatur batas usia pensiun, namun disesuaikan dengan Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama ataupun Perjanjian Kerja. Untuk mempersiapkan karyawan yang memasuki masa pensiun terutama perhitungan upahnya. HR dapat memanfaatkan fitur software payroll yaitu manajemen karyawan pada Sigma HRIS.

 

Sumber :